Trump Ucap Alhamdulillah saat Desak Iran: Buka Hormuz Atau ke Neraka!

21 hours ago 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman ke Iran untuk membuka Selat Hormuz yang menjadi jalur perdagangan minyak global di tengah perang keduanya yang masih berlangsung.

Trump mengancam AS akan menggempur fasilitas publik di Iran seperti pembangkit listrik dan jembatan-jembatan jika Teheran tak kunjung mau membuka Selat Hormuz bagi kapal-kapal yang lewat. Ia bahkan sampai mengucap 'Alhamdulillah' saat mengutuk Iran dalam unggahannya di media sosial buatannya, Truth Social, pada Minggu (5/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selasa akan menjadi 'Hari Pembangkit Listrik' dan 'Hari Jembatan', semuanya digabung menjadi satu di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!!! Buka Selat sialan itu, brengsek, atau kalian akan hidup dalam neraka. LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah (Alhamdulillah)," kata Donald Trump dalam unggahannya.

Di unggahan lain, Trump menulis Selasa pukul 20.00 waktu bagian Timur, yang sepertinya merujuk jam AS menggempur Iran.

Presiden AS ini berkali-kali mengancam Iran untuk membuka akses Selat tersebut. Pada 26 Maret, Trump juga melontarkan desakan serupa.

[Gambas:Video CNN]

Para pejabat Iran mengecam Trump. Utusan PBB di Iran lalu meminta dunia bertindak untuk mencegah ancaman itu.

"Sekali lagi, presiden AS secara terbuka mengancam akan menghancurkan infrastruktur yang penting bagi kelangsungan hidup warga sipil di Iran," kata dia, dikutip Al Jazeera, Minggu.

Perwakilan Iran itu kemudian berujar, "Komunitas internasional dan semua negara punya kewajiban hukum untuk mencegah tindakan kejahatan perang yang keji itu. Mereka harus bertindak sekarang."

Dia juga bersumpah Iran akan membalas setiap serangan yang dilakukan AS ataupun sekutu dekatnya Israel.

Di samping mengancam Iran, Trump terus sesumbar sedang mengupayakan negosiasi untuk gencatan senjata. Trump lalu menunda rencana menggempur fasilitas energi negara tersebut.

Namun, Iran tak gentar. Mereka tetap menolak untuk membuka akses itu bagi AS, negara sekutu serta afiliasinya.

AS dan sekutunya Israel menggempur habis-habisan Iran sejak 28 Februari atau genap memasuki lima pekan. Operasi ini menyebabkan Pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan ribuan warga sipil tewas.

Di hari itu, Iran langsung meluncurkan serangan balasan ke Israel dan aset AS di negara-negara Teluk. Mereka juga menutup Selat Hormuz untuk menekan AS-Israel.

Penutupan imbas gempuran AS-Israel itu memicu kekhawatiran krisis energi di berbagai wilayah. Sejumlah negara ramai-ramai menetapkan strategi khusus seperti meminta ASN bekerja dari rumah hingga membatasi pembelian BBM.

(isa/rds)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi