Vendor Laptop Hingga Konsol Game Kena Imbas Kelangkaan Chip Memori

2 hours ago 2

Selular.ID – Kelangkaan chip memori karena lonjakan permintaan kecerdasan buatan atau AI, tidak hanya berdampak ke smartphone saja.

Pasalnya, sejumlah barang elektronik yang menggunakan chip memori seperti komputer, tablet atau laptop, CCTV, hingga konsol game juga mengalami kenaikan harga.

Hal ini tentu saja semakin diperparah oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat selama beberapa pekan terakhir.

Pasalnya, komponen atau bahan-bahan baku komputer seperti memori, hardware bahkan software menggunakan mata uang dolar Amerika Serikat sebagai alat pembayarannya.

Baca Juga:

Vice President PT Tera Data Indonusa Tbk (IDX: AXIO) atau Axioo Indonesia, Timotius Theopelus membenarkan kenaikan harga komponen elektronik termasuk smartphone dan laptop.

“Sebenarnya kenaikan komponen komputer atau laptop tidak hanya dipengaruhi oleh rupiah yang melemah,” ujar pria yang akrab disapa Timmy, Kamis (22/5/2026).

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Timmy menambahkan ada sejumlah faktor yang membuat harga komputer atau laptop mengalami kenaikan.

“Kenaikan harga saat ini juga dipengaruhi juga karena kelangkaan memori seperti RAM karena permintaan AI yang sangat banyak,” ungkapnya.

Di saat mengalami krisis memori, Axioo tidak berdiam diri, dan membuat sejumlah terobosan baru.

Terobosan tersebut di antaranya mengumumkan langkah strategis terbaru perusahaan dalam memasuki industri Artificial Intelligence (AI) melalui pengembangan lini solusi AI terintegrasi yang mencakup hardware, software dan AI computing infrastructure.

Penjualan PlayStation Anjlok

Sony Group Corp melaporkan penurunan tajam pada angka penjualan konsol PlayStation 5 (PS5) akibat kendala pasokan komponen memori yang menghambat jalur produksi global.

Berdasarkan laporan kinerja keuangan terbaru, produsen asal Jepang ini menghadapi tantangan besar dalam memenuhi permintaan pasar yang sebenarnya masih cukup tinggi, namun terganjal oleh masalah logistik dan ketersediaan material mentah.

Penurunan angka distribusi ini menjadi sinyal waspada bagi divisi gaming Sony di tengah upaya mereka mempertahankan momentum di pasar konsol.

Meskipun minat konsumen terhadap ekosistem PlayStation tidak memudar, ketidakmampuan manufaktur untuk memproduksi unit dalam jumlah massal secara konsisten telah memaksa angka penjualan “terjun bebas” jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun fiskal sebelumnya.

Manajemen Sony mengonfirmasi bahwa hambatan utama terletak pada pasokan modul memori yang digunakan dalam arsitektur PS5.

Kelangkaan ini bukan hanya isu internal, melainkan bagian dari dinamika rantai pasok semikonduktor global yang masih fluktuatif.

Dampaknya, target penjualan tahunan yang sebelumnya dipatok dengan angka optimis kini terancam mengalami penyesuaian demi menjaga realitas kondisi di lapangan.

Konteks sejarah menunjukkan bahwa lini PlayStation biasanya mengalami masa keemasan di pertengahan siklus hidup konsol.

Namun, situasi kali ini terbilang unik karena kendala datang dari sisi hulu, bukan karena kurangnya inovasi produk atau judul gim eksklusif.

Sejumlah analis industri menilai bahwa jika masalah ini terus berlanjut, Sony berisiko kehilangan pangsa pasar kepada kompetitor yang mungkin memiliki ketahanan rantai pasok yang lebih fleksibel.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi