Jakarta, CNN Indonesia --
Para ilmuwan dan sejumlah pemangku kepentingan bidang iklim tengah memantau ketat kondisi El Nino yang berkembang di Samudra Pasifik. Fenomena ini berpotensi memicu lonjakan suhu dan menembus rekor panas global dalam waktu dekat.
Meski masih terlalu dini untuk memastikan gambaran lengkapnya, sejumlah tanda menunjukkan bahwa El Nino super bisa berkembang tahun ini. Beberapa model bahkan memprediksi fenomena ini bisa menjadi salah satu El Nino terkuat yang pernah tercatat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikombinasikan dengan pemanasan akibat krisis iklim yang dipicu aktivitas manusia, kondisi ini bisa menempatkan dunia pada jalur untuk sekali lagi melampaui ambang kritis kenaikan suhu rata-rata 1,5 derajat Celsius di atas tingkat pra-industri.
Beberapa model bahkan menunjukkan anomali suhu yang bahkan melampaui 2 derajat Celsius untuk pertama kalinya dalam sejarah pencatatan.
"Meski sebagian besar model memprediksi anomali suhu bulanan global akan tetap di bawah 2 derajat Celsius, fakta bahwa ada kemungkinan lebih dari nol persen untuk mencapai angka itu sudah mengejutkan," kata Marc Alessi, peneliti dari Union of Concerned Scientists, dikutip dari The Guardian, Jumat (24/4).
El Nino merupakan fenomena iklim alami yang ditandai oleh pemanasan permukaan laut di bagian tengah dan timur Samudra Pasifik tropis. Fenomena ini biasanya terjadi setiap dua hingga tujuh tahun sekali dan berlangsung antara sembilan hingga 12 bulan.
Saat El Nino terjadi, angin yang biasanya mendorong perairan hangat ke arah barat melemah atau berbalik arah, membuat suhu permukaan laut di kawasan tersebut meningkat.
Berdasarkan pantauan terkini US Climate Prediction Center, kondisi saat ini sedang bertransisi dari La Nina menuju pola netral. Namun model-model iklim menunjukkan transisi cepat menuju El Nino.
Prakiraan dari International Research Institute for Climate and Society di Columbia University yang baru-baru ini dirilis memberikan probabilitas 70 persen bahwa El Nino akan berkembang pada Juni, dan hingga 94 persen kemungkinan akan bertahan hingga akhir tahun.
Sementara itu, Met Office Inggris menyatakan keyakinan besar bahwa fenomena ini bisa mencatatkan sejarah.
"Para ilmuwan memberi tahu kami bahwa ini bisa menjadi El Nino terkuat sejauh ini di abad ini," kata Met Office dalam pernyataannya pada pertengahan April lalu.
El Nino super merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan El Nino sangat kuat dengan pemanasan permukaan laut lebih dari 2 derajat Celsius di atas normal. El Nino super diketahui hanya terjadi beberapa kali sejak 1950, dan hanya sekali suhu melonjak melampaui 2,5 derajat Celsius.
US Climate Prediction Center menyebut peluang 50 persen bahwa El Nino kuat atau sangat kuat akan berkembang antara November dan Januari mendatang. Dampaknya bisa terasa di berbagai penjuru dunia.
El Nino cenderung menciptakan kekeringan dan gelombang panas di Australia, Afrika selatan dan tengah, India, serta sebagian Amerika Selatan termasuk hutan Amazon.
Sementara curah hujan ekstrem berpotensi melanda wilayah selatan AS, sebagian Timur Tengah, dan Asia Selatan-Tengah.
El Nino juga membalik pola badai, menekan aktivitas badai di Atlantik sekaligus meningkatkan kemungkinan badai tropis kuat di Pasifik.
Sebagai rujukan, El Nino super pada 2015 memicu kekeringan parah di Ethiopia, krisis pasokan air di Puerto Rico, dan musim hurikan ganas di Pasifik tengah-utara.
Meski demikian, para ilmuwan mengingatkan bahwa setiap kejadian El Nino bersifat unik dengan variabilitas yang tinggi.
(lom/dmi)
Add
as a preferred source on Google

14 hours ago
7

















































