Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden ke-44 Amerika Serikat Barack Obama mengaku pernah dihasut berulang kali oleh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk menggempur habis-habisan Iran.
Dalam video yang dirilis New Yorker pada Senin (4/5), Obama mengatakan Netanyahu menggunakan argumen dan justifikasi yang sama untuk menyerang Iran saat membujuk Presiden Donald Trump.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Obama lalu mengatakan ada perbedaan mendasar antara dia dan Netanyahu terkait Iran.
"Saya pikir ada catatan yang cukup tentang perbedaan pendapat saya dengan Bapak Netanyahu," kata Obama, dikutip Middle East Monitor (MEMO).
Di kesempatan itu, Obama juga meragukan perang bisa menguntungkan AS dan Israel. Meskipun di satu sisi, dia yakin tujuan Netanyahu sudah tercapai.
Sebelumnya pengakuan serupa sempat disampaikan Mantan Menteri Luar Negeri AS John Kery. Dia menyebut Netanyahu berulang kali mendesak berbagai pemimpin AS untuk meluncurkan serangan ke Iran.
Kery mengatakan mereka yakni George W Bush, Barrack Obama, dan Joe Biden.
"Dia [Netanyahu] ingin kami menyerang [Iran]," kata Kery, dikutip Anadolu Agency.
Netanyahu, kata dia, mengajukan proposal serangan tersebut secara langsung ke para presiden AS sebelumnya tetapi menemui jalan buntu.
Netanyahu mempresentasikan argumen rinci yang disebut "presentasi empat poin". Proposal itu mengeklaim serangan militer bisa membunuh jajaran kepemimpinan, memicu perubahan rezim, dan menghancurkan kekuatan militer Iran.
Satu-satunya presiden AS yang menerima bujuk rayu Netanyahu adalah Trump.
AS dan Israel lalu meluncurkan serangan brutal ke Iran pada 28 Februari. Operasi ini menyebabkan pemimpin tertinggi dan pejabat top pertahanan Iran tewas.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan balik ke Israel serta aset militer AS di negara Teluk dan menutup jalur perdagangan minyak global Selat Hormuz.
(isa/bac)
Add
as a preferred source on Google

2 hours ago
1

















































