Jakarta, CNN Indonesia --
Gelagat Presiden Donald Trump yang makin terlihat kewalahan menghadapi perang Amerika Serikat vs Iran menjadi sorotan berita internasional pada Selasa (5/5).
Eskalasi AS vs Iran terbaru di Selat Hormuz di saat gencatan senjata yang rapuh masih berlangsung pun turut menjadi perhatian. Berikut kilas berita internasional kemarin:
Lihat Juga :

Trump Kesal Survei Dukungan Warga AS soal Perang Iran Turun: Palsu!
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menepis hasil survei yang menunjukkan tren penurunan dukungan warga terhadap perang AS melawan Iran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam sebuah forum bisnis di Gedung Putih pada Senin (4/5), Trump mengatakan jajak pendapat yang melaporkan penurunan dukungan tidak bisa dipercaya karena sarat bias terhadap dirinya.
"Mereka memberi saya jajak pendapat palsu ... Mereka melakukan survei tentang perang melawan Iran, dan mereka mengatakan hanya 32 persen orang yang menyukainya," kata Trump, seperti dikutip CNN.
Kemlu RI Bicara soal 2 Supertanker Iran Lolos Blokade Masuk Wilayah RI
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) buka suara mengenai masuknya dua supertanker Iran ke perairan Indonesia.
Juru bicara I Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan pemerintah saat ini sedang melakukan verifikasi lapangan mengenai laporan keberadaan kapal-kapal asing, termasuk kapal tanker minyak mentah super besar (VLCC) milik Iran.
"Indonesia telah mencatat laporan mengenai keberadaan kapal-kapal asing di perairan Indonesia," kata Yvonne dalam keterangan tertulis, Selasa (5/5).
Iran Tuding AS Dalang Serangan ke Kilang Minyak Fujairah UEA
Iran menuduh Amerika Serikat menjadi dalang serangan drone dan rudal ke kilang minyak Fujairah di Uni Emirat Arab (UEA) pada Senin (4/5).
Pejabat militer Iran yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan Teheran tak ada rencana menyerang fasilitas energi negara tetangganya. Dia justru menyalahkan Amerika Serikat dan menuntut mereka bertanggung jawab.
"Republik Islam tak punya program yang direncanakan sebelumnya untuk menyerang fasilitas minyak yang disebutkan, dan apa yang terjadi adalah hasil dari petualangan militer AS yang bertujuan menciptakan jalur bagi transit ilegal kapal melalui jalur air terlarang di Selat Hormuz," kata pejabat itu, dikutip Al Jazeera.
(rds)
Add
as a preferred source on Google

10 hours ago
2

















































