Cuma Bayar Rp3.500, Bisa Naik Bus Sampai Bandara Soetta dari Blok M

2 hours ago 2

CNN Indonesia

Jumat, 13 Mar 2026 14:30 WIB

Rute Blok M-Bandara Soetta dengan tarif Rp3.500 tersebut berlaku untuk sekali perjalanan selama tiga bulan operasional pertama bus Transjabodetabek SH2. Peresmian Layanan Transjabodetabek Rute Blok M - Bandara Soetta. (CNN Indonesia/Abdussaleem Muhammad)

Jakarta, CNN Indonesia --

Bus Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno-Hatta (SH2) telah resmi beroperasi. Sekarang pelanggan dapat menikmati layanan Transjabodetabek rute ke Bandara Soetta tersebut dengan tarif hanya Rp3.500.

Diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, rute Blok M-Bandara Soetta dengan tarif Rp3.500 tersebut berlaku untuk sekali perjalanan selama tiga bulan operasional pertama bus Transjabodetabek SH2.

"Pemerintah DKI Jakarta sudah memutuskan selama tiga bulan, terutama dalam rangka menyambut Idul Fitri, kami akan menetapkan tarifnya tetap Rp3.500 selama tiga bulan ini," ujar Gubernur Pramono di Terminal Blok M, Kamis (12/3) di Jakarta Selatan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah masa uji coba selama tiga bulan awal, Pemerintah Provinsi DKI akan mengevaluasi untuk penetapan tarif selanjutnya, diperkirakan sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000. Subsidi yang dikeluarkan, kata Pramono, untuk rute Blok M-Bandara Soetta itu cukup besar sehingga tarif finalnya perlu disesuaikan lagi.

"Setelah itu kami akan melakukan evaluasi, karena memang bebannya terlalu berat dan juga subsidinya terlalu besar. Kami akan menaikkan angkanya, range-nya antara Rp10.000 sampai Rp15.000," lanjut Pramono.

Pramono berharap agar rute ini menjadi pilihan alternatif transportasi ke Bandara Soekarno Hatta, karena akses menuju ke bandara yang sulit diakses menggunakan transportasi umum. Selama ini, mayoritas penumpang bandara masih menggunakan kendaraan pribadi untuk sampai ke sana.

Di samping itu, data dari Kementerian Perhubungan mengungkapkan bahwa jumlah pengguna bandara setiap tahunnya menyentuh angka 54,9 juta orang.

Jika 70 hingga 80 persennya menggunakan kendaraan pribadi, maka ini akan menambah potensi kemacetan di jalur menuju bandara.

"Kalau 70 sampai 80 persen dari 54,9 juta itu menggunakan transportasi pribadi, pasti berpotensi menambah beban atau traffic jam di lapangan," ujarnya.

Sebanyak 14 unit bus Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno Hatta (SH2) telah disiapkan untuk melayani sekitar 1.900 hingga 2.000 penumpang setiap harinya. Menurut Pramono, rute baru ini akan diminati masyarakat, sama seperti rute-rute lain yang telah beroperasi.

Ia berkaca dengan rute Blok M-Bogor yang awalnya diperkirakan melayani 2.000 penumpang sehari, tetapi kini sudah melampaui target hingga lebih dari 7.000 penumpang yang menggunakan layanan rute tersebut setiap harinya.

Operasional bus Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soetta akan berhenti di tiga terminal bandara, meliputi Terminal 1, Terminal 2 dan Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Sementara beberapa titik pemberhentian di sepanjang perjalanan rute ini antara lain kawasan Terminal Blok M, Bundaran Senayan, FX Sudirman, Gelora Bung Karno, DPR/MPR, serta area bandara seperti Stasiun KA Bandara dan perkantoran bandara.

Bus Transjabodetabek rute Blok M-Bandara Soekarno Hatta juga memiliki rancangan khusus, sehingga berbeda dengan tipe bus Transjabodetabek yang lain. Bus ini dilengkapi dengan ruang khusus untuk menaruh koper, sehingga penumpang yang menuju bandara dapat menyimpan barang bawaannya di tempat tersebut.

"Busnya berbeda, deck-nya lebih rendah dan di dalam busnya ada tempat untuk menaruh koper-koper," katanya.

(ana/wiw)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi