Selular.ID – Pengamat telekomunikasi sekaligus Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi memberikan pandanganya terkait jaringan 5G milik PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (XLSMART).
Menurutnya, ada keunggulan dari jaringan 5G milik XLSMART dibandingkan operator lainnya. “XLSMART memiliki keunggulan spektrum 2300 MHz yang cukup lebar,” ujar Heru kepada Selular, Kamis (12/3/2026).
Heru menjelaskan keunggulan dari XLSMART yang memiliki spektrum yang lebar ini membuat Perusahaan dapat memaksimalkan jaringan 5G dan memisahkannya dengan jaringan 4G.
Hal tersebut tentu membuat kecepatan internet maupun sarana telekomunikasi dari XLSMART menjadi keunggulan dari operator lainnya.
Namun, ada pekerjaan rumah yang harus XLSMART kerjakan, menurut Heru. Pekerjaan rumah tersebut yakni fokus untuk pemerataan dan ekspansi ke sejumlah daerah di Indonesia.
Baca juga:
- Inovasi Ultra 5G XLSmart Raih Penghargaan dari GTI Award dan Ookla
- Ada Peran Krusial ZTE Dalam Agresifitas XLSmart Membangun Jaringan 5G
Perlu Dukungan Pemerintah
Heru juga menilai Indonesia memang harus mulai memasuki fase adopsi 5G. “Indonesia mulai memasuki fase awal adopsi 5G dengan penetrasi sekitar 10%, sehingga ekspansi penting untuk membangun fondasi jangka panjang,” ujar Heru.
Dia menambahkan saat ini menjadi momentum yang pas bagi operator seluler di Indonesia untuk terus melakukan pemerataan jaringan 5G. “Ya, menurut saya ini momentum yang tepat, tetapi harus selektif,” ungkapnya.
Heru menjelaskan operator perlu menyeimbangkan investasi dengan kesiapan ekosistem seperti perangkat, backbone fiber, dan use case industri. “Strategi bertahap, fokus kota besar dan kawasan industri, lebih rasional dibanding ekspansi nasional langsung,” jelasnya.
“Dengan trafik data terus tumbuh, investasi 5G sekarang akan memperkuat daya saing dan efisiensi jaringan dalam 3–5 tahun ke depan,” lanjutnya.
Akan tetapi, masih ada keterbatasan spektrum adalah hambatan utama dalam pembangunan BTS 5G ini.
“Spektrum mid-band ideal 5G seperti 2,6 GHz dan 3,5 GHz serta 700 MHz belum dimanfaatkan operator karena pemerintah masih merencanakan lelang tambahan untuk memperluas kapasitas,” ungkapnya.
Saat ini. operator banyak mengandalkan spektrum eksisting (misalnya 1800 MHz, 2100 MHz, 2300 MHz) dengan teknologi seperti dynamic spectrum sharing.
“Konsekuensinya, kapasitas dan kualitas 5G belum optimal. Tanpa tambahan spektrum baru, ekspansi bisa tetap berjalan, tetapi kecepatan dan efisiensinya belum mencapai potensi penuh 5G,” tandas Heru.



















































