Jakarta, CNN Indonesia --
Media sosial Friendster yang dulu sangat populer comeback setelah lebih bertahun-tahun menutup layanannya. Platform media sosial era 2000-an itu kini kembali dan bisa diunduh oleh para pengguna iPhone.
Dalam sebuah postingan blog pada Senin (27/4), Mike Carson, seorang programmer komputer yang berbasis di Philadelphia, mengatakan bahwa ia telah membeli domain Friendster dan mengamankan hak merek dagang Friendster tahun lalu. Kini, ia meluncurkan aplikasi Friendster khusus iOS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pantauan CNNIndonesia.com pada Rabu (29/4), aplikasi ini sudah tersedia untuk pengguna berusia 13 tahun ke atas. Aplikasi berukuran 5,9 MB yang dikembangkan oleh Friendster Labs Inc. tersebut kini berada di nomor 52 charts social networking App Store.
Carson membangun kariernya dengan memulai operasi SaaS mandiri, seperti situs pemesanan nama domain Park.io, serta berinvestasi di pasar nama domain. Akuisisi Friendster ini terjadi berkat koneksinya dengan industri tersebut.
Ia menjelaskan dalam unggahan blognya bahwa ia menyadari Friendster.com mulai aktif kembali pada Oktober 2023 setelah delapan tahun offline, dan dengan cepat mengidentifikasi pemiliknya melalui catatan WHOIS dan koneksinya di Park.io.
"Saya penasaran siapa pemiliknya, jadi saya memeriksa informasi WHOIS dan mengenali pemiliknya sebagai pelanggan Park.io, dan bahwa saya pernah berkorespondensi dengannya sebelumnya melalui email," kata Carson.
Ternyata pembeli tersebut membayar kurang dari US$8.000 untuk domain Friendster dan kini hanya menggunakannya untuk menayangkan iklan.
"Kami mencapai kesepakatan di mana saya memberinya US$20 ribu dalam bentuk Bitcoin dan sebuah domain yang menghasilkan sekitar US$9 ribu per tahun dari pendapatan iklan, dan dia memberi saya domain Friendster.com," tambah Carson.
Friendster pada masa jayanya memiliki lebih dari 115 juta pengguna terdaftar, sebagian besar di antaranya berada di kawasan Asia-Pasifik setelah platform-platform lain seperti MySpace dan Facebook menggantikannya di AS.
Penyedia layanan pembayaran Malaysia, MOL Global, membeli Friendster pada 2009 dalam kesepakatan yang dilaporkan bernilai US$26,4 juta, seiring dengan fokus jaringan sosial tersebut yang semakin mengarah ke pengguna Asia-Pasifik.
Carson menjelaskan visinya dalam membawa Friendster 'bangkit dari kubur', di antaranya membuat ruang yang positif yang bisa dinikmati dan bermanfaat.
"Hari ini saya merasa bahwa jejaring sosial memicu banyak hal negatif, tapi saya ingat Friendster sebagai pengalaman yang sangat positif dan menyenangkan," tulis Carson.
"Saya ingin menciptakan sesuatu yang positif, sesuatu yang akan dinikmati dan dianggap berguna oleh orang-orang," tambahnya.
Hal itu, katanya, akan terwujud dalam bentuk platform yang tidak akan menjual data kepada pengiklan, tidak memiliki algoritma atau iklan. Hal semacam ini pada dasarnya versi kembali ke dasar dari masa-masa awal media sosial.
Dikutip dari The Register, upaya awal Carson untuk meluncurkan kembali situs tersebut dengan mengundang orang-orang dari daftar tunggu hanya menuai kesuksesan yang terbatas, karena fitur-fitur tersebut terbukti "bagus, tetapi [tidak] cukup menarik."
Lebih lanjut, Friendster baru memiliki sistem yang unik untuk menambah teman, yakni harus menyentuhkan ponsel secara fisik.
"Ide bahwa satu-satunya cara untuk berteman di Friendster adalah dengan menyentuhkan ponsel itu menyenangkan karena akan mendorong orang untuk bertemu secara langsung," kata Carson.
"Hal itu juga akan memastikan bahwa Anda terhubung dengan orang sungguhan, dan orang-orang yang benar-benar ingin Anda hubungi," imbuhnya.
Mengenai alasan di balik langkah ini, Carson menjelaskan bahwa motivasinya untuk membangun versi baru Friendster yang berfokus pada interaksi di dunia nyata berasal dari kecintaannya pada platform media sosial awal, khususnya OkCupid, tempat ia bertemu istrinya.
Saat ini, siapa pun dapat mendaftar untuk akun Neo-Friendster, tetapi bersiaplah untuk memiliki feed yang kosong kecuali Anda benar-benar ingin keluar dan berinteraksi dengan pengguna lain.
Tidak ada versi web, dan saat ini hanya tersedia di iOS. Carson mengatakan kepada The Register bahwa ia sedang mengerjakan versi Android dan berencana untuk mengembalikan versi web segera, karena versi web tersebut hanya diturunkan sementara untuk pekerjaan integrasi aplikasi.
(lom/dmi)
Add
as a preferred source on Google

9 hours ago
2

















































