Google Perbaiki Celah Android yang Libatkan Gemini di Layar Kunci

11 hours ago 3

Selular.ID – Google tengah menggulirkan perbaikan untuk celah keamanan pada Android 16 yang memungkinkan Gemini mengirim pesan SMS tanpa verifikasi PIN dari layar kunci (lock screen) dalam kondisi tertentu.

Kerentanan ini membutuhkan akses fisik ke perangkat, tetapi dapat dimanfaatkan oleh pihak lain untuk mengirim SMS maupun mengaktifkan kembali integrasi aplikasi seperti WhatsApp melalui Gemini tanpa membuka kunci ponsel.

Google mengonfirmasi telah mengetahui bug tersebut dan menyatakan pembaruan keamanan telah disiapkan untuk didistribusikan kepada pengguna dalam waktu dekat.

Perusahaan menjelaskan bahwa perbaikan sudah tersedia secara internal dan akan dirilis melalui pembaruan perangkat lunak Android.

Laporan mengenai kerentanan ini pertama kali dipublikasikan oleh media keamanan siber The Register, setelah menerima sejumlah laporan sejak Mei 2026 dari pengguna Android 16 yang mengaktifkan akses Gemini dari layar kunci.

Kasus ini berbeda dari beberapa celah serupa yang pernah ditemukan pada integrasi Gemini di Android pada 2025, meski sama-sama berkaitan dengan mekanisme autentikasi di layar kunci.

Tonton juga:

Video Rekomendasi Untuk Anda

Dalam skenario normal, ketika pengguna menonaktifkan akses Gemini ke aplikasi Messages, setiap permintaan untuk mengirim SMS melalui Gemini dari layar kunci akan memunculkan permintaan autentikasi berupa PIN perangkat.

Tujuannya adalah memastikan hanya pemilik perangkat yang dapat memberikan izin terhadap tindakan tersebut.

Namun, peneliti menemukan bahwa kombinasi sentuhan tertentu pada antarmuka Gemini dapat melewati proses autentikasi tersebut.

Dengan menekan tombol Continue dan Add attachment secara bersamaan pada waktu yang tepat, sistem tidak lagi meminta PIN dan langsung melanjutkan proses pengiriman SMS melalui Gemini.

Selain pengiriman SMS, teknik yang sama dilaporkan dapat digunakan untuk menghubungkan kembali aplikasi yang sebelumnya telah dicabut aksesnya dari Gemini.

Salah satu contoh yang didemonstrasikan adalah integrasi WhatsApp. Melalui perintah “@WhatsApp” pada kolom percakapan Gemini, sistem dapat mengaktifkan kembali koneksi aplikasi tanpa meminta autentikasi pemilik perangkat.

Setelah perangkat dibuka secara normal, pengaturan menunjukkan bahwa WhatsApp telah kembali terhubung dengan Gemini.

Meski demikian, kerentanan ini tidak dapat dieksploitasi dari jarak jauh. Seseorang tetap harus memegang perangkat secara langsung untuk melakukan rangkaian langkah tersebut.

Karena itu, risiko terbesar muncul ketika ponsel hilang, tertinggal, atau berada di tangan orang lain dalam waktu singkat.

Google belum mengungkapkan rincian teknis mengenai penyebab bug tersebut. Langkah ini lazim dilakukan dalam penanganan kerentanan keamanan agar informasi teknis tidak dimanfaatkan sebelum mayoritas perangkat menerima pembaruan.

Perusahaan hanya menyatakan bahwa perbaikan akan segera tersedia melalui update keamanan Android.

Fitur Gemini di layar kunci memang dirancang untuk meningkatkan kenyamanan pengguna.

Melalui pengaturan khusus, pengguna dapat meminta Gemini menjawab pertanyaan umum, melakukan panggilan, maupun mengirim pesan tanpa harus membuka kunci perangkat.

Google menyediakan opsi untuk mengaktifkan atau menonaktifkan kemampuan tersebut sesuai kebutuhan pengguna.

Sebelum pembaruan keamanan tersedia secara luas, pengguna yang mengutamakan keamanan dapat mempertimbangkan untuk menonaktifkan akses Gemini dari layar kunci melalui menu Gemini Settings > Gemini on lock screen.

Opsi lain yang juga dapat dinonaktifkan adalah fitur Make calls and send messages without unlocking, sehingga seluruh tindakan komunikasi tetap memerlukan autentikasi perangkat.

Langkah tersebut sesuai dengan pengaturan resmi yang telah disediakan Google.

Kasus ini juga menunjukkan tantangan baru dalam integrasi asisten berbasis kecerdasan buatan dengan sistem operasi seluler.

Semakin banyak fungsi yang dapat dijalankan AI langsung dari layar kunci, semakin penting pula mekanisme autentikasi yang memastikan setiap tindakan sensitif hanya dapat dilakukan oleh pemilik perangkat.

Google belum menyebutkan daftar perangkat yang terdampak secara rinci.

Namun, laporan yang ada menunjukkan kerentanan ditemukan pada perangkat yang menjalankan Android 16 dengan fitur Gemini di layar kunci dalam keadaan aktif.

Distribusi patch akan dilakukan melalui pembaruan keamanan Android yang dijadwalkan bergulir kepada pengguna dalam beberapa waktu ke depan.

Baca Juga: Aduh! Celah AI Gemini di Chrome Dipakai Hacker Intip Kamera dan Curi Data

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi