Idul Fitri 1447 H Diprediksi Berbeda, Muhammadiyah Lebaran 20 Maret 2026 Sedangkan BMKG dan BRIN Arahkan ke 21 Maret

9 hours ago 5

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Potensi perbedaan penetapan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kembali mencuat pada 2026. Situasi ini diperkirakan akan serupa dengan penetapan awal Ramadan tahun ini, ketika terdapat perbedaan metode dan hasil hisab antara Muhammadiyah dan pemerintah. J

ika tidak ada perubahan signifikan dalam sidang isbat, maka Lebaran 2026 berpeluang dirayakan pada dua tanggal berbeda, yakni 20 Maret 2026 versi Muhammadiyah dan 21 Maret 2026 berdasarkan prediksi yang mengacu pada kriteria pemerintah, BMKG, dan BRIN.

Muhammadiyah lebih dulu menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026. Keputusan itu merujuk pada sistem Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang kini resmi dipakai Persyarikatan Muhammadiyah untuk penetapan awal bulan Hijriah.

Dalam keterangan resminya, Muhammadiyah menyebut seluruh parameter kalender global telah terpenuhi, termasuk elongasi minimal 8 derajat dan tinggi hilal minimal 5 derajat di wilayah tertentu sebelum pukul 24.00 UTC, sehingga 1 Syawal 1447 H ditetapkan jatuh pada 20 Maret 2026.

Di sisi lain, prediksi yang berkembang dari kalangan peneliti astronomi nasional justru mengarah pada Sabtu, 21 Maret 2026 sebagai 1 Syawal 1447 H. Peneliti BRIN Thomas Djamaluddin menilai posisi hilal saat magrib pada Kamis, 19 Maret 2026 di wilayah Asia Tenggara belum memenuhi kriteria baru MABIMS yang selama ini menjadi rujukan utama pemerintah dalam penetapan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah. Kriteria MABIMS mensyaratkan visibilitas hilal dengan tinggi minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi