CNN Indonesia
Minggu, 12 Apr 2026 06:00 WIB
Ilustrasi turis India tengah selfie atau berswafoto. (Dhurandar/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ketika liburan, banyak wisatawan yang mengabadikan momen dengan berswafoto alias selfie. Namun, ternyata tidak semua tempat aman untuk berswafoto.
Bahkan, ada destinasi wisata yang banyak memakan korban wisatawan akibat kegiatan selfie yang mereka lakukan.
Banyak wisatawan yang terlalu nekat dalam mengambil foto. Alih-alih mendapatkan hasil foto yang bagus, mereka justru berakhir dengan celaka.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sering terjadi kasus wisatawan yang jatuh, cedera, tertabrak, bahkan sampai meninggal dunia karena terlalu fokus mengambil selfie. Mirisnya, sebagian besar tragedi seperti ini sebenarnya bisa dihindari hanya dengan mundur beberapa langkah atau mencari spot yang lebih aman saat berfoto.
Studi yang dilakukan oleh The Barber Law Firm mengungkapkan ada sejumlah destinasi wisata dunia yang paling banyak memakan korban akibat berswafoto.
"Penelitian kami menyoroti tren yang meresahkan. Mengejar validasi media sosial benar-benar bisa mengorbankan nyawa. Foto yang sempurna sama sekali tidak sepadan dengan bahayanya," kata pendiri dan pengacara utama The Barber Law Firm, Kris Barber, mengutip Travel and Leisure.
Mereka menyusun daftar negara dengan insiden selfie terbanyak yang menyebabkan cedera hingga kematian selama rentang tahun 2014 sampai 2025. Dalam laporan ini disebutkan, penyebab utama kematian yang menimpa wisatawan saat sedang selfie adalah karena terjatuh.
Negara pertama yang paling banyak mencatat kasus kematian karena foto selfie adalah India. Insiden yang berkaitan dengan selfie di India bahkan mencapai 42,1 persen. Jumlah insiden akibat selfie yang tercatat di India sangat tinggi dan berbanding jauh dengan negara lain.
Dari total 271 insiden selfie yang dilaporkan, sebanyak 214 di antaranya mengakibatkan kematian. Penyebab utama kematian akibat berswafoto di India antara lain karena terjatuh dari ketinggian, tertabrak, hingga tenggelam.
Menyusul di peringkat kedua, Amerika Serikat tak kalah banyak menerima laporan insiden akibat berswafoto, meskipun jumlahnya masih jauh lebih sedikit dibandingkan India.
Tercatat 45 insiden yang melibatkan selfie di Amerika Serikat. Sebanyak 37 di antaranya berujung kematian, sementara delapan sisanya menyebabkan cedera. Berdasarkan penelitian Journal of Medical Internet Research 2023, terungkap penyebab utama insiden tersebut adalah karena jatuh dari tebing di destinasi perairan.
"Jatuh dari tepi tebing adalah penyebab paling umum kematian terkait selfie di Australia dan Amerika di lokasi akuatik. Wanita muda dan remaja perempuan yang paling banyak mengalami insiden tersebut," tulis laporan tersebut.
Sementara Rusia mengambil tempat di posisi ketiga dalam daftar ini. Dari total 19 insiden yang disebabkan karena ambil swafoto, 18 di antaranya mengakibatkan kematian.
Kris Barber mengingatkan agar wisatawan tetap memprioritaskan keamanan saat berkunjung ke suatu tempat. Sangat penting untuk peka terhadap lingkungan sekitar dan menghindari spot berbahaya seperti pinggir tebing.
"Selalu ada alternatif yang lebih aman untuk mengabadikan momen indah tanpa menempatkan diri Anda dalam risiko," pungkas Barber.
(ana/wiw)
Add
as a preferred source on Google

10 hours ago
3














































