Jangan Keliru! Ini Perbedaan AI Agent dan Agentic AI

6 hours ago 2

Selular.ID – AI Agent dan Agentic AI menjadi dua istilah yang semakin sering digunakan dalam perkembangan teknologi kecerdasan buatan pada 2025–2026, seiring meningkatnya adopsi sistem otomatis berbasis AI di berbagai sektor industri.

Keduanya memiliki peran berbeda dalam ekosistem AI modern, di mana AI Agent berfungsi sebagai eksekutor tugas spesifik, sementara Agentic AI bertindak sebagai sistem yang mampu merencanakan, mengelola, dan mengoptimalkan serangkaian proses secara mandiri.

Perbedaan ini menjadi penting karena mencerminkan evolusi teknologi AI dari sekadar alat bantu berbasis instruksi menuju sistem yang lebih otonom.

Dalam praktiknya, AI Agent biasanya bekerja berdasarkan perintah yang telah ditentukan pengguna atau sistem, sedangkan Agentic AI mampu menentukan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan tertentu tanpa arahan terus-menerus.

Dalam konteks teknis, AI Agent dapat dipahami sebagai unit perangkat lunak yang dirancang untuk menjalankan satu fungsi atau tugas tertentu.

Contohnya termasuk chatbot layanan pelanggan yang menjawab pertanyaan pengguna atau sistem otomatis yang mengirim email berdasarkan trigger tertentu.

Sistem ini bekerja secara reaktif, yaitu merespons input sesuai aturan yang sudah ditetapkan.

Sebaliknya, Agentic AI mengadopsi pendekatan yang lebih kompleks.

Sistem ini tidak hanya mengeksekusi tugas, tetapi juga mampu menyusun rencana kerja, memecah masalah menjadi beberapa langkah, serta menyesuaikan strategi berdasarkan data baru.

Dengan kata lain, Agentic AI memiliki tingkat otonomi yang lebih tinggi karena dapat mengelola alur kerja (workflow) secara end-to-end.

Perbedaan lain terletak pada skala dan struktur sistem.

AI Agent umumnya berdiri sendiri dan menangani satu tugas spesifik, sementara Agentic AI dapat mengelola banyak agent sekaligus dalam satu sistem terintegrasi.

Hal ini memungkinkan Agentic AI digunakan dalam skenario yang lebih kompleks, seperti pengelolaan rantai pasok, orkestrasi kampanye pemasaran digital, hingga otomatisasi proses pengembangan perangkat lunak.

Dari sisi fleksibilitas, AI Agent cenderung bekerja secara kaku karena bergantung pada aturan yang telah ditentukan.

Agentic AI, di sisi lain, dirancang untuk adaptif terhadap perubahan. Ketika terdapat data baru atau kondisi yang berubah, sistem dapat menyesuaikan langkah yang diambil tanpa perlu intervensi manual secara langsung.

Implementasi kedua pendekatan ini sudah terlihat di berbagai sektor. Dalam layanan pelanggan, AI Agent digunakan untuk menjawab pertanyaan dasar, sementara Agentic AI dapat mengelola percakapan secara menyeluruh hingga menyelesaikan masalah pengguna.

Di bidang keamanan siber, AI Agent berperan dalam mendeteksi aktivitas mencurigakan, sedangkan Agentic AI mampu menganalisis ancaman dan mengambil tindakan mitigasi secara otomatis.

Pada sektor logistik dan supply chain, AI Agent biasanya digunakan untuk memperbarui data inventaris, sedangkan Agentic AI dapat mengatur distribusi barang dan membuat keputusan operasional berdasarkan kondisi real-time.

Di bidang pemasaran digital, AI Agent menjalankan tugas seperti pengiriman email atau pembuatan konten, sementara Agentic AI berfungsi menyusun strategi kampanye dan melakukan optimasi secara berkelanjutan.

Perkembangan Agentic AI juga berkaitan erat dengan kebutuhan infrastruktur digital yang semakin tinggi.

Sistem yang mampu mengelola banyak proses secara simultan membutuhkan konektivitas internet yang stabil serta kapasitas komputasi yang memadai, terutama untuk mendukung integrasi dengan layanan cloud dan pemrosesan data secara real-time.

Dalam konteks industri teknologi, pergeseran dari AI Agent menuju Agentic AI mencerminkan tren menuju otomatisasi yang lebih cerdas dan terintegrasi.

Perusahaan teknologi global terus mengembangkan model AI yang tidak hanya responsif, tetapi juga proaktif dalam menyelesaikan masalah.

Ke depan, penggunaan Agentic AI diperkirakan akan semakin meluas, terutama pada sektor yang membutuhkan efisiensi operasional tinggi dan pengambilan keputusan berbasis data.

Sementara itu, AI Agent tetap menjadi komponen penting sebagai bagian dari sistem yang lebih besar, terutama untuk menjalankan tugas-tugas spesifik dalam ekosistem AI yang terkoordinasi.

Baca Juga: Salesforce Pamerkan Inovasi Agentic AI Terbaru di Agentforce World Tour Jakarta

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi