Jakarta -
Dalam ajaran Islam, sihir dan santet termasuk perbuatan tercela yang berkaitan dengan bantuan setan untuk mencelakai orang lain.
Umat Muslim dianjurkan memperkuat diri dengan doa, dzikir, serta membaca ayat-ayat Al-Qur'an sebagai bentuk perlindungan kepada Allah SWT.
Salah satu amalan yang sering dianjurkan ulama dari mazhab Syafi'i, Hanafi, Maliki, hingga Hanbali adalah membaca ayat perlindungan sebelum tidur dan memperbanyak dzikir di dalam rumah.
Adapun ayat yang paling sering diamalkan untuk perlindungan adalah Ayat Kursi dalam Surah Al-Baqarah ayat 255:
اَللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَۚ اَلْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ەۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَاۤءَۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَاۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ ٢٥٥
Latin:
Allāhu lā ilāha illā huw(a), al-ḥayyul-qayyūm(u), lā ta'khużuhū sinatuw wa lā naum(un), lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ(i), man żal-lażī yasyfa'u 'indahū illā bi'iżnih(ī), ya'lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai'im min 'ilmihī illā bimā syā'(a), wasi'a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ(a), wa lā ya'ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-'aliyyul-'aẓīm(u).
Artinya: Allah, tidak ada tuhan selain Dia, Yang Mahahidup lagi terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Dia tidak dilanda oleh kantuk dan tidak (pula) oleh tidur. Milik-Nyalah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Tidak ada yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya. Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka. Mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun dari ilmu-Nya, kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya (ilmu dan kekuasaan-Nya) meliputi langit dan bumi. Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dialah yang Mahatinggi lagi Mahaagung.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari nomor 2311, Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda siapa yang membaca Ayat Kursi pada malam hari akan dijaga Allah dan tidak didekati setan hingga pagi.
Hadis ini menjadi pegangan kuat dalam mazhab Ahlus Sunnah mengenai keutamaan Ayat Kursi sebagai pelindung diri.
Selain itu, Rasulullah SAW juga menganjurkan membaca Al-Mu'awwidzatain, yaitu Surah Al-Falaq dan An-Nas, sebelum tidur.
Dalam hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim, Nabi Muhammad SAW rutin membaca dua surah tersebut sambil meniupkan ke telapak tangan lalu mengusapkannya ke tubuh sebagai perlindungan dari gangguan sihir dan kejahatan manusia.
Ulama tafsir dari mazhab Syafi'i seperti Imam An-Nawawi menjelaskan bahwa membaca Surah Al-Falaq dan An-Nas secara rutin merupakan sunnah untuk memohon perlindungan dari sihir, santet, penyakit, dan gangguan makhluk halus.
Selain membaca Al-Qur'an, Rasulullah SAW juga mengajarkan doa perlindungan yang diriwayatkan Imam Bukhari nomor 3371:
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
Latin:
A'uudzu bi kalimaatillahit taammaati min kulli syaithaanin wa haammah wa min kulli 'ainin laammatin.
Artinya: Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan, binatang berbahaya, dan pandangan mata yang jahat.
Para ulama menegaskan bahwa perlindungan terbaik bukan berasal dari benda-benda tertentu, melainkan dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT, menjaga salat, memperbanyak membaca Al-Qur'an, serta menghidupkan rumah dengan dzikir dan ibadah.
(dis/fik)
Loading ...

6 hours ago
1

















































