Kementan: Hilirisasi CPO Tekan Impor Solar dan Perkuat Ekonomi Nasional

3 hours ago 1
Ilustrasi sawit

FAJAR.CO.ID, JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan bahwa hilirisasi kelapa sawit (Crude Palm Oil/CPO) merupakan strategi kunci dalam memperkuat ekonomi nasional, mendorong kemandirian energi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementan, Moch. Arief Cahyono, menyampaikan bahwa Indonesia sebagai produsen CPO terbesar di dunia dengan pangsa lebih dari 60 persen produksi global memiliki posisi strategis untuk mengendalikan rantai nilai industri sawit melalui penguatan sektor hilir.

“Indonesia tidak boleh lagi hanya menjadi pengekspor bahan mentah. Hilirisasi CPO adalah langkah konkret untuk mentransformasi Indonesia dari pemasok bahan baku menjadi produsen utama produk bernilai tambah tinggi yang dibutuhkan pasar global,” ujar Moch. Arief Cahyono.

Ia menjelaskan, pengolahan CPO menjadi berbagai produk turunan seperti pangan olahan (margarin), kosmetik, sabun, oleokimia, hingga bioenergi akan memperkuat ketahanan ekonomi nasional sekaligus meningkatkan daya saing industri dalam negeri.

“Dengan penguasaan lebih dari 60 persen pasar CPO dunia, Indonesia memiliki leverage besar dalam menentukan arah pasokan dan harga produk turunan sawit global,” tegasnya.

Lebih lanjut, hilirisasi sawit juga menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kemandirian energi nasional melalui pengembangan biodiesel B50 (campuran 50 persen biodiesel berbasis sawit dengan solar).

“Pemanfaatan biofuel sawit secara optimal berpotensi menggantikan impor solar secara signifikan. Bahkan, dengan implementasi penuh B50, Indonesia berpeluang tidak lagi mengimpor solar dan mampu memenuhi kebutuhan energi dari sumber daya dalam negeri,” jelasnya.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi