Krisis BBM, Penerbangan Komersial AS Setop Operasional

9 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Maskapai berbiaya rendah asal Amerika Serikat (AS), Spirit Airlines, resmi menghentikan operasional dan membatalkan seluruh penerbangan setelah menghadapi lonjakan harga bahan bakar yang menekan kondisi keuangan perusahaan.

Melansir Al Jazeera, keputusan ini diumumkan perusahaan pada Sabtu (2/5) dini hari waktu setempat, menyusul gagalnya rencana penyelamatan dari pemerintah AS.

"Spirit Aviation Holdings, Inc., induk perusahaan Spirit Airlines, dengan menyesal mengumumkan telah memulai penghentian operasi secara teratur, berlaku segera. Semua penerbangan Spirit dibatalkan, dan penumpang tidak perlu datang ke bandara," tulis perusahaan dalam pernyataan resmi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Data Cirium mencatat Spirit sebelumnya menjadwalkan 4.119 penerbangan domestik pada periode 1 hingga 15 Mei, dengan kapasitas lebih dari 800 ribu kursi.

Krisis ini dipicu oleh lonjakan harga bahan bakar jet yang hampir dua kali lipat sejak pecahnya konflik Iran dalam dua bulan terakhir. Kondisi tersebut menggagalkan rencana restrukturisasi perusahaan untuk keluar dari kebangkrutan keduanya.

"Sayangnya, meskipun berbagai upaya telah dilakukan, kenaikan signifikan harga minyak dan tekanan bisnis lainnya telah berdampak besar pada prospek keuangan Spirit," demikian pernyataan perusahaan.

Rencana penyelamatan senilai US$500 juta yang sebelumnya diusulkan Presiden AS Donald Trump juga gagal mencapai kesepakatan di tengah penolakan dari sebagian anggota Kongres dan penasihat pemerintah.

"Jika kami bisa membantu, kami akan melakukannya, tetapi harus menguntungkan terlebih dahulu," kata Trump kepada wartawan.

Kenaikan harga bahan bakar jet menjadi pukulan telak bagi Spirit. Perusahaan sebelumnya memperkirakan harga bahan bakar berada di kisaran US$2,24 per galon pada 2026, namun melonjak hingga sekitar US$4,51 per galon pada akhir April.

Dampaknya, ribuan pekerja terancam kehilangan pekerjaan. Spirit juga tengah berupaya memulangkan lebih dari 1.300 awak ke basis masing-masing setelah penerbangan terakhir mendarat di Bandara Dallas Fort Worth.

Menteri Transportasi AS Sean Duffy menyatakan pemerintah telah berupaya mencari pembeli bagi Spirit, namun tidak ada pihak yang berminat.

"Jika tidak ada yang ingin membeli, mengapa kami harus melakukannya?" ujarnya.

Ia juga mengingatkan penumpang agar tidak datang ke bandara jika memiliki jadwal penerbangan dengan Spirit. Pemerintah, lanjutnya, telah menyiapkan dana cadangan untuk pengembalian dana bagi pelanggan yang membeli tiket langsung dari maskapai.

"Jika Anda memiliki penerbangan dengan Spirit Airlines, jangan datang ke bandara. Tidak akan ada petugas yang membantu," kata Duffy.

Sejumlah maskapai lain seperti United, Delta, JetBlue, dan Southwest dilaporkan menawarkan tiket pengganti seharga US$200 sekali jalan bagi penumpang terdampak.

Kebangkrutan Spirit menjadi yang pertama bagi maskapai besar di AS dalam dua dekade terakhir. Maskapai ini sebelumnya dikenal sebagai salah satu pemain utama yang menjaga tarif penerbangan tetap rendah di pasar domestik.

Lonjakan harga bahan bakar akibat konflik geopolitik juga mulai berdampak luas pada industri penerbangan global. Maskapai seperti Lufthansa dilaporkan membatalkan puluhan ribu penerbangan, sementara Air India menaikkan tarif bahan bakar dan memangkas frekuensi penerbangan.

(lau/mik)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi