Mandi Junub Setelah Subuh, Apakah Puasa Tetap Sah?

1 hour ago 2

#USTAZTANYADONG

CNN Indonesia

Selasa, 10 Mar 2026 15:00 WIB

Banyak orang bertanya soal mandi junub setelah Subuh saat puasa. Apakah puasanya tetap sah? Ini penjelasan ulama. Ilustrasi. Puasa belum mandi junub saat sahur, hukumnya seperti apa dalam Islam. (iStock/doidam10)

Jakarta, CNN Indonesia --

Bulan Ramadhan sering menghadirkan banyak pertanyaan seputar hukum dan tata cara menjalankan ibadah puasa. Salah satu yang kerap ditanyakan adalah soal mandi junub setelah azan Subuh.

Sebagian orang khawatir puasanya tidak sah jika belum sempat mandi wajib ketika waktu Subuh tiba. Misalnya, pasangan suami istri yang berhubungan pada malam hari, kemudian tertidur hingga menjelang atau bahkan setelah azan Subuh.

Lalu, apakah puasa tetap sah jika seseorang baru mandi junub setelah Subuh?

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam program Ramadan spesial #UstazTanyaDong, CNNIndonesia.com menghadirkan sesi tanya jawab langsung bersama Anggota MUI Kota Bandung sekaligus FKUB Kota Bandung, KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi.

Menurut KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi, seseorang yang masih dalam keadaan junub hingga masuk waktu Subuh tetap diperbolehkan melanjutkan puasanya.

Ia menjelaskan bahwa terdapat hadis Nabi Muhammad SAW yang menjadi dasar hukum dalam masalah ini.

"Rasulullah SAW pernah memasuki waktu Subuh dalam keadaan junub, lalu beliau tetap mandi dan melanjutkan puasanya," ujar Ustaz Wahyul.

Artinya, kondisi belum mandi wajib ketika Subuh tiba tidak otomatis membatalkan puasa seseorang.

Puasa Ramadan memang merupakan ibadah yang menuntut kesucian dari hadas besar ketika hendak melaksanakan salat. Namun, kondisi junub saat memasuki waktu Subuh tidak memengaruhi keabsahan puasa.

Hal ini sering terjadi, misalnya ketika suami istri berhubungan pada malam hari, lalu keduanya sudah berniat menjalankan puasa Ramadan sebelum tidur. Bahkan ada pula yang mengikuti pendapat Imam Malik dengan niat puasa untuk satu bulan penuh sejak awal Ramadan.

Dalam kondisi seperti itu, jika seseorang tertidur dan belum mandi wajib hingga azan Subuh berkumandang, puasanya tetap sah dan tidak perlu diqadha.

"Setelah bangun, ia cukup mandi wajib untuk menyucikan diri sebelum menunaikan salat," katanya.

Seseorang yang sahur atau berniat puasa tetapi belum sempat mandi junub hingga waktu Subuh tetap boleh melanjutkan puasanya. Ia cukup mandi wajib setelah Subuh, kemudian melaksanakan salat Subuh dan menjalankan puasa seperti biasa.

Namun, jika seseorang tertidur hingga waktu salat Subuh terlewat, maka ia tetap harus mandi junub terlebih dahulu, lalu mengqadha salat Subuh yang tertinggal. Meski begitu, puasanya tetap sah dan bisa dilanjutkan hingga waktu berbuka.

Dengan kata lain, yang memengaruhi sah atau tidaknya puasa adalah niat dan menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam, bukan kondisi junub yang terjadi sebelum Subuh.

"Meski puasa tetap sah, para ulama tetap menganjurkan umat Islam untuk segera mandi junub agar dapat menunaikan salat Subuh tepat waktu," kata Ustaz Wahyul.

Menunda mandi wajib hingga melewatkan waktu salat Subuh tentu bukan hal yang dianjurkan dalam Islam. Karena itu, sebaiknya seseorang segera bersuci agar bisa menjalankan ibadah dengan lebih sempurna.

Punya pertanyaan lain seputar puasa? Selama bulan Ramadan, CNNIndonesia.com menghadirkan program #UstazTanyaDong. Anda bisa langsung mengirimkan pertanyaan melalui akun media sosial CNN Indonesia dan mendapatkan jawaban langsung dari KH. Wahyul Afif Al-Ghafiqi.

Ramadan bukan cuma soal menahan lapar dan haus, tapi juga belajar lebih tenang, bijak, dan penuh ilmu dalam menjalani ibadah.

(tis/tis)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi