Selular.ID – Predator Gaming Indonesia pada 14 Juli 2026 mengumumkan bahwa jajaran perangkat gaming miliknya dipercaya sebagai official tournament devices untuk berbagai kompetisi Valorant esports di kawasan Asia Pasifik sepanjang musim 2026.
Dukungan tersebut mencakup sejumlah turnamen bergengsi, termasuk VCT Pacific, Valorant Challengers APAC, Last Chance Qualifiers, Offline Final VCL, hingga Game Changers APAC.
Kepercayaan tersebut menempatkan Predator Gaming sebagai salah satu penyedia perangkat resmi yang digunakan dalam penyelenggaraan kompetisi Valorant tingkat regional.
Berbagai desktop, laptop, dan monitor Predator akan digunakan oleh pemain profesional maupun tim pelatih selama pertandingan berlangsung untuk mendukung standar kompetisi esports internasional.
Gaming Marketing Communications Manager Acer Indonesia, Renaldy Felani, mengatakan pemilihan perangkat Predator sebagai official tournament devices menjadi validasi atas performa dan reliabilitas teknologi yang dikembangkan perusahaan.
Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda
Menurutnya, perangkat yang digunakan dalam kompetisi profesional harus mampu menghadirkan performa konsisten, respons cepat, dan stabilitas tinggi agar pertandingan dapat berlangsung optimal.
Pada penyelenggaraan Valorant Champions Tour (VCT) Pacific Stage 1 dan Stage 2, Predator Orion 7000 menjadi desktop resmi yang digunakan seluruh pemain profesional selama pertandingan.
Desktop gaming kelas atas ini dipilih untuk menangani kebutuhan komputasi yang menuntut performa tinggi serta kestabilan sistem selama kompetisi berlangsung.
Selain desktop utama, Predator juga menghadirkan laptop Predator Helios Neo 16S AI yang digunakan dalam proses map veto sebelum pertandingan dimulai.
Tahapan map veto merupakan proses penentuan peta permainan yang akan digunakan kedua tim sebelum memasuki pertandingan resmi, sehingga perangkat yang dipakai harus mampu memberikan pengalaman penggunaan yang cepat dan responsif.
Predator Orion 7000 juga dijadwalkan kembali digunakan pada turnamen Game Changers APAC yang akan berlangsung pada September 2026.
Kompetisi tersebut merupakan bagian dari ekosistem esports VALORANT yang berfokus pada pengembangan kompetisi bagi atlet esports perempuan dan komunitas yang kurang terwakili.
Sementara itu, pada ajang Valorant Challengers APAC, Offline Final VCL, dan Last Chance Qualifiers, Predator menghadirkan desktop Predator Orion 5000 sebagai perangkat utama yang digunakan para pemain.
Seri Orion 5000 dirancang untuk memberikan performa gaming tinggi yang dibutuhkan dalam pertandingan esports kompetitif dengan beban kerja yang intensif.
Tidak hanya menyediakan perangkat bagi pemain, Predator Gaming Indonesia juga melengkapi kebutuhan perangkat tim pelatih.
Laptop Nitro Lite 16 digunakan sebagai perangkat pendukung bagi coaching staff selama kompetisi berlangsung, sehingga proses analisis strategi dan koordinasi tim dapat dilakukan secara optimal.
Untuk kebutuhan visual selama pertandingan, Predator menghadirkan monitor gaming Nitro XF252QF yang digunakan oleh pemain.
Monitor ini dirancang untuk memberikan respons cepat dan tampilan yang halus, dua aspek yang menjadi kebutuhan penting dalam pertandingan esports kompetitif.
Sementara itu, tim pelatih menggunakan monitor Nitro VG271U sebagai perangkat pendukung dalam memantau jalannya pertandingan serta melakukan evaluasi strategi secara real-time.
Kombinasi desktop, laptop, dan monitor tersebut menjadi bagian dari ekosistem perangkat yang disiapkan Predator untuk mendukung operasional turnamen secara menyeluruh.
Renaldy Felani menjelaskan bahwa kolaborasi dengan penyelenggara turnamen tidak hanya menjadi bentuk kepercayaan terhadap kualitas produk Predator, tetapi juga merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung pertumbuhan industri esports di Indonesia maupun kawasan Asia Pasifik.
Menurutnya, kebutuhan perangkat dalam turnamen profesional berbeda dengan penggunaan sehari-hari.
Kompetisi esports membutuhkan sistem yang mampu menjaga stabilitas performa dalam waktu lama, memiliki latensi rendah, serta memberikan respons yang konsisten agar setiap pemain dapat bertanding dalam kondisi yang setara.
Keterlibatan Predator dalam berbagai kompetisi resmi Valorant APAC juga mencerminkan semakin eratnya kolaborasi antara produsen perangkat keras dengan industri esports.
Seiring berkembangnya kompetisi profesional di kawasan Asia Pasifik, penyelenggara turnamen semakin mengutamakan penggunaan perangkat yang telah memenuhi standar performa dan reliabilitas untuk menjaga kualitas pertandingan.
Valorant sendiri terus menjadi salah satu judul esports dengan pertumbuhan kompetisi yang signifikan di kawasan APAC.
Kehadiran berbagai liga regional seperti VCT Pacific, Valorant Challengers APAC, hingga Game Changers membuka jalur kompetisi berjenjang bagi atlet esports menuju turnamen tingkat internasional.
Bagi Predator Gaming Indonesia, keterlibatan sebagai penyedia perangkat resmi juga menjadi bagian dari strategi memperkuat posisinya di segmen gaming premium.
Selain menghadirkan perangkat untuk pasar konsumen, perusahaan terus memperluas kolaborasi dengan penyelenggara turnamen dan komunitas esports sebagai bagian dari pengembangan ekosistem gaming.
Predator menyatakan akan terus mendukung perkembangan industri esports melalui inovasi teknologi, kolaborasi strategis, serta berbagai inisiatif yang ditujukan untuk memperkuat komunitas.
Perusahaan juga berharap dukungan terhadap kompetisi profesional dapat membuka lebih banyak peluang bagi lahirnya talenta-talenta baru dari Indonesia yang mampu bersaing di tingkat Asia Pasifik maupun dunia.
Baca Juga: Valorant Hadir di Xbox Series S/X dan PS5


















































