SBY Soroti Negosiasi AS–Iran di Jenewa: Perang Besar di Depan Mata atau Damai Bersejarah?

3 hours ago 2
Susilo Bambang Yudhoyono

FAJAR.CO.ID - Dunia kini berada di persimpangan krusial yang menentukan masa depan hubungan Amerika Serikat dan Iran. Negosiasi penting yang berlangsung di Jenewa menjadi titik penentu apakah konflik besar akan meletus atau tercipta kesepakatan damai bersejarah. Mantan Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyoroti situasi ini dengan tegas dalam unggahan di akun X pribadinya pada 27 Februari 2026.

Negosiasi Jenewa: Titik Balik Sejarah Amerika dan Iran

SBY menilai perundingan tidak langsung antara Presiden AS Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei ini memiliki potensi mengubah arah geopolitik global. Kedua tokoh tersebut menurutnya membawa karakter kuat, ego tinggi, dan ambisi besar yang sangat menentukan hasil akhir.

"Trump khawatir kalau sampai gagal, reputasi serta 'legacy' indah yang ingin diraih bisa hancur berantakan," katanya dalam unggahan tersebut.

SBY juga menegaskan, "Ali Khamenei juga khawatir… bisa berakhir dengan pergantian rezim dan 'he must go'. Ini merupakan survival interest buat pemimpin Iran itu."

Perang Bukan Pilihan Mudah

Banyak pihak memprediksi jika negosiasi gagal, perang besar tak terhindarkan. Namun SBY memberikan pandangan yang lebih kompleks dan realistis.

"Terjadinya perang yang seolah diniscayakan itu, bisa iya, bisa tidak," jelasnya saat mengulas situasi tersebut.

Menurut SBY, seorang pemimpin militer harus mempertimbangkan apakah konflik tersebut benar-benar merupakan war of necessity atau hanya war of choice, serta apakah perang itu secara rasional dapat dimenangkan.

"Keputusan perang tidak boleh didorong ego semata. Risiko politik, ekonomi, dan kemanusiaan terlalu besar," tambahnya.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi