Teddy Gusnaidi: Prabowo Tidak Pernah Tuduh Kelompok Saiful Mujani Kentut, Kenapa Mereka Marah?

5 hours ago 5
Teddy Gusnaidi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Garuda, Teddy Gusnaidi, merespons narasi pemakzulan yang disuarakan Prof Saiful Mujani terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia mengatakan bahwa pernyataan Prabowo sebelumnya tidak menyebut pihak tertentu, namun justru memancing reaksi dari kelompok yang merasa tersindir.

Menurutnya, respons yang muncul dari sejumlah pihak dapat dimaknai publik sebagai bentuk pengakuan tidak langsung.

Ia kemudian mengilustrasikan situasi tersebut dengan analogi sederhana.

Analogi 'Kentut di Angkot'

Teddy menggambarkan situasi itu seperti kejadian seseorang kentut di dalam angkot.

"Pak Prabowo sebagai seorang presiden dia tahu siapa pelaku-pelakunya, siapa maling-malingnya. Tapi tidak menyebut nama kan," ujar Teddy dikutip fajar.co.id pada Kamis (9/4/2026).

Dalam ilustrasinya, sopir tidak menyebut pelaku secara langsung, namun justru ada orang yang bereaksi.

"Ini ibaratnya, saya sering mencontohkan ada orang kentut di angkot gitu ya. Lalu si supir bilang, ini orang udah kebauan kentut semua nih," tukasnya.

Ia melanjutkan analogi tersebut dengan menggambarkan reaksi seseorang yang merasa tersindir.

"Si supir bilang, ketika turun pada bayar si supir teriak, yang kentut tadi belum bayar. Lalu ada satu orang yang marah-marah gitu kan," Teddy menuturkan.

"Saya sudah bayar, gitu. Yang kentut dia. Nah, pernyataan Pak Prabowo itu, itu buat pelaku," tambahnya.

Reaksi Dianggap Menguatkan Persepsi Publik

Teddy berujar, ketika ada pihak yang langsung merespons, publik bisa menafsirkan bahwa mereka merasa tersentuh oleh pernyataan tersebut.

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi