Jakarta -
Serangan jantung di tempat kerja sering kali terjadi tanpa disadari sejak awal.
Kesibukan kantor, tekanan pekerjaan, hingga pola hidup yang buruk membuat banyak orang mengabaikan kesehatan jantungnya.
Padahal beberapa kebiasaan yang tampak sepele ternyata dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan berujung pada kondisi fatal apabila tidak ditangani dengan cepat.
Salah satu kebiasaan yang paling sering menjadi pemicu adalah gaya hidup sedentari atau terlalu lama duduk tanpa aktivitas fisik.
WHO menyebut sekitar 60-85 persen populasi dunia memiliki aktivitas fisik minim.
Duduk hingga delapan jam setiap hari dapat meningkatkan risiko hipertensi, penumpukan lemak di perut, kenaikan kolesterol, hingga penyumbatan pembuluh darah yang memicu serangan jantung.
Selain itu, konsumsi makanan tinggi lemak, gula, dan garam juga memperbesar risiko kerusakan jantung.
Dari situs Prodia, tekanan darah tinggi dan kolesterol LDL yang meningkat dapat merusak lapisan arteri sehingga aliran darah menuju jantung terganggu.
Kebiasaan merokok pun menjadi ancaman serius karena asap rokok mengandung lebih dari 7.000 bahan kimia yang perlahan merusak jantung dan pembuluh darah.
Konsumsi alkohol berlebihan juga dapat memicu gangguan ritme jantung, tekanan darah tinggi, hingga obesitas.
Gejala serangan jantung bisa muncul mendadak maupun bertahap. Penderita biasanya mengalami nyeri dada, sesak napas, pusing, keringat dingin, hingga tubuh terasa sangat lemas.
Dalam kondisi tertentu, gejala juga bisa berupa kebas pada wajah, lengan, atau kaki terutama di satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, gangguan penglihatan, kehilangan keseimbangan, sakit kepala hebat tanpa sebab jelas, hingga pingsan atau tidak sadarkan diri.
Dampak serangan jantung sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kerusakan permanen pada organ jantung, gangguan sirkulasi darah ke otak, stroke, gagal jantung, hingga kematian mendadak.
Pertolongan pertama harus segera dilakukan menggunakan prinsip ABC dalam Resusitasi Jantung Paru (RJP), yakni memastikan jalan napas terbuka (Airways), memeriksa pernapasan (Breathing), dan menjaga sirkulasi darah (Circulation).
Jika korban tidak bernapas dan denyut jantung tidak terdeteksi, kompresi dada harus segera dilakukan sambil menunggu bantuan medis datang.
Pada dasarnya, serangan jantung di lingkungan kerja bisa menjadi ancaman yang serius. Tetapi, dengan memahami kebiasaan buruk bisa meminimkan risiko saat gejala mulai muncul.
(dis/fik)
Loading ...

6 hours ago
1

















































