Jakarta, CNN Indonesia --
Bank Indonesia (BI) menilai sistem keuangan syariah, khususnya perbankan syariah, memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap guncangan eksternal.
Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI Dadang Muljawan mengatakan sistem keuangan syariah dibangun secara kokoh menghadapi tekanan dari luar.
"Dia secara sistemik itu memiliki suatu perangkat untuk prudential practices yang sama kuatnya, bahkan bisa lebih," kata Dadang saat berbicara dalam acara CNN Indonesia Forum Ekonomi Syariah di Gedung Transmedia, Jakarta, Kamis (9/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan lembaga keuangan pada dasarnya rentan terhadap guncangan likuiditas. Oleh karena itu, Bank Indonesia memperkuat instrumen pasar uang syariah melalui blueprint Pasar Uang dan Valuta Asing (PUVA).
Menurut dia, penguatan tersebut penting untuk memberikan pengalaman kepada konsumen bahwa menyimpan dana di bank syariah tetap aman meski terjadi gejolak eksternal.
"Kita harus memberikan pengalaman bahwa secara struktur, goyangan dari luar kuat, bank syariah lebih bisa bertahan," ujar Dadang.
Dadang menambahkan, BI memperkuat ketahanan bank syariah melalui pendekatan 3P+I, yakni produk, harga (pricing), pelaku, dan infrastruktur. Dengan penguatan tersebut, bank syariah diharapkan mampu melakukan penyesuaian mandiri ketika menghadapi tekanan.
"Ini BI kerja keras, kerja sama dengan OJK supaya bank syariah itu nyaman. Apapun ada goyangan-goyangan, dia bisa melakukan sebutnya dengan self-resolution," ujar Dadang.
Selain itu, Dadang menyebut perbankan syariah juga menjadi bagian dari kebijakan makroprudensial nasional untuk mendorong sektor prioritas, termasuk UMKM.
Kebijakan tersebut memungkinkan penyesuaian lintas sektor sesuai kebutuhan perekonomian.
"Jadi, ketika misalnya pemerintah melihat sektor bagus, sektor ini rem dulu. Terus kemudian untuk UMKM-nya kita punya macro-prudential policy yang di dalamnya juga ada bank syariah dan policy ini sangat islami," ujar Dadang.
"Sehingga, dia melihat secara cross-sektor dia bisa melihat mana yang harus didahulukan. Itu dari sisi monetary dan macro-prudential," jelasnya.
(dhz/pta)
Add
as a preferred source on Google

14 hours ago
6













































