Jakarta, CNN Indonesia --
Dua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang berada di Teluk Arab masih diupayakan untuk bisa melintas Selat Hormuz.
Pjs Corporate Secretary PIS Vega Pita menyampaikan kedua kapal tersebut, yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro masih terus diupayakan koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu).
Adapun hingga saat ini Kemlu secara aktif masih menjalin komunikasi diplomatik dengan otoritas terkait.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kedua kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni VLCC Pertamina Pride & Gamsunoro yang berada di Teluk Arab saat ini masih diupayakan untuk bisa melintasi Selat Hormuz," ujar Vega dalam keterangan resmi tertulis, Rabu (8/4).
PIS bersama dangan Kemlu terus memantau perkembangan setiap hari dan membahas persiapan teknis agar kedua kapal dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.
"Prioritas perusahaan tetap pada keselamatan seluruh awak kapal, serta keamanan kapal dan muatannya. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik," imbuhnya.
Sebelumnya, Indonesia terus berupaya berkoordinasi dengan Iran agar dua kapal RI dapat melintasi Selat Hormuz menyusul gencatan senjata yang disepakati Teheran dan Amerika Serikat selama dua pekan pada Rabu (8/4).
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Vahd Nabyl Achmad Mulachela mengatakan sejak awal Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teheran telah menjalin komunikasi dengan pemerintah Iran maupun perwakilan Iran di Jakarta.
"Kita mengupayakan agar Kapal Tanker Pertamina bisa melintasi dari Selat Hormuz dan termasuk dilakukan juga oleh Bapak Menteri Luar Negeri Sugiono dalam pertemuan dengan Dubes Iran dan juga oleh Dubes kita di Tehran dengan otoritas-otoritas di Iran," ujar Nabyl dalam konferensi pers di Ruang Palapa, Jakarta, Rabu (8/4).
Menurut Nabyl, perkembangan terbaru menunjukkan sejumlah aspek teknis masih dalam proses penyelesaian untuk menjamin keselamatan pelayaran kapal saat melintasi Selat Hormuz.
"Terdapat beberapa hal-hal yang cukup teknis yang memang sedang dilanjuti untuk bisa memastikan keselamatan untuk melintas dari sana dan ini termasuk antara lain seperti hal-hal seperti asuransi dan juga kesiapan kru dan kita dalam," ujarnya.
(fln/ins)
Add
as a preferred source on Google

8 hours ago
4














































