Jakarta, CNN Indonesia --
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengambil sejumlah langkah dalam mengamankan pasokan BBM dan LPG di tengah perang Iran melawan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Sekretaris Direktorat Jenderal Minyak & Gas Bumi Kementerian ESDM Muhammad Rizwi Jilanisaf Hisjam mengungkap langkah pertama adalah pengaturan konsumsi BBM dan LPG secara wajar dan bijak.
"Surat pengaturan sudah diterbitkan oleh Ditjen Migas dan BPH Migas," ujar Rizwi dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (8/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua, Kementerian ESDM mengalihkan sumber impor yang tadinya berasal dari negara Timur Tengah yang terkendala dengan masalah di Selat Hormuz, menjadi ke negara-negara lain seperti Amerika, Afrika, Asia, dan negara-negara di ASEAN.
Ketiga, untuk minyak mentah (crude oil), Kementerian ESDM telah menginstruksikan kepada seluruh Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) agar mengutamakan pasokan dalam negeri daripada ekspor.
"Artinya, crude produksi untuk yang diproduksi dalam negeri diupayakan untuk seluruhnya dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk kilang minyak di dalam negeri," ujar Rizwi
Keempat, Kementerian ESDM mengoptimalkan kilang-kilang dalam negeri, contohnya Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan milik PT Pertamina (Persero).
Ia menjelaskan RDMP Balikpapan menghasilkan propylene yang memiliki nilai jual lebih tinggi.
Saat ini, produksi produk tersebut kini dikurangi dan bahan baku naftanya dialihkan untuk meningkatkan produksi LPG guna memperkuat pasokan LPG nasional.
Kelima, LPG yang berasal dari sumber impor maupun produksi dalam negeri yang selama ini disalurkan ke industri diupayakan dialihkan untuk memenuhi kebutuhan LPG 3 kg yang dibutuhkan masyarakat.
"Kami juga mengupayakan sumber-sumber LPG lain di negara-negara Asia dan ASEAN," ucap Rizwi.
Selain itu, Kementerian ESDM juga menginstruksikan kilang LPG swasta untuk memprioritaskan penawaran produksi kepada Pertamina Patra Niaga.
Produksi yang sebelumnya dijual ke industri diarahkan terlebih dahulu untuk ditawarkan kepada Pertamina Patra Niaga agar dapat dimanfaatkan bagi kebutuhan masyarakat.
Dengan seluruh langkah strategis mitigasi yang telah Kementerian ESDM lakukan, Rizwi menegaskan pasokan BBM dan LPG nasional saat ini dalam kondisi aman.
"Semua upaya ini diharapkan dapat memastikan bahwa pasokan energi tetap terjaga meskipun di tengah gejolak geopolitik global," Rizwi.
(dhz/sfr)
Add
as a preferred source on Google

10 hours ago
3













































