Pria Bawa Tulang-belulang Kakaknya ke Bank Bikin Publik India Marah

1 day ago 8

Jakarta, CNN Indonesia --

Geger seorang pria di negara bagian Odisha, India timur, membawa tulang-belulang kakak kandung perempuannya ke bank untuk membuktikan kematian sang kakak.

Aksi Jitu Munda membawa kerangka sang kakak ke bank langsung memancing kemarahan publik India.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Munda sengaja membawa kerangka tersebut untuk membuktikan kematian sang kakak seperti yang diminta pihak bank.

Munda mengaku melakukan aksinya itu karena frustrasi setelah berulang kali mencoba mengakses uang di rekening sang kakak tanpa dapat menunjukkan bukti resmi kematian mendiang.

Polisi negara bagian Odisha mengatakan bahwa Munda menggali kembali kuburan sang kakak untuk mengambil kerangkanya dan ditunjukkan ke bank.

Pihak bank langsung membantah meminta hal ini, dan mengatakan mereka hanya meminta dokumen yang diwajibkan secara hukum. Bank menambahkan bahwa insiden tersebut kemungkinan karena kurangnya kesadaran akan prosedur resmi. Uang tersebut pun disebut pihak bank telah diserahkan kepada ahli waris yang sah.

Pihak bank juga membantah sejumlah klaim Munda mengenai alasannya membawa kerangka sang kakak.

Insiden yang terjadi di distrik Keonjhar pada hari Senin itu menarik perhatian publik India. Banyak pihak mengkritik bahkan mengecam pemerintah daerah dan bank karena gagal membantu memberikan layanan terhadap pria tersebut.

Menteri Pendapatan Odisha, Suresh Pujari, menegaskan kasus tersebut saat ini tengah dalam penyelidikan. Tindakan tegas juga akan diambil terhadap manajer cabang bank atas tindakannya tersebut.

Pemerintah distrik Keonjhar juga menyatakan "keprihatinan mendalam", dengan mengatakan bahwa melindungi hak dan martabat masyarakat adalah prioritas.

Munda sempat mengatakan kepada BBC India bahwa masalah itu muncul setelah kematian kakak perempuannya yang berusia 56 tahun awal tahun lalu. Mendiang kakak yang sebelumnya bekerja sebagai buruh sempat kembali ke rumah orang tuanya setelah kematian suami dan anaknya.

Beberapa bulan sebelum kematiannya, ia mengatakan kepada adiknya telah menjual ternak dan mendepositokan uang sebesar 19.300 rupee atau Rp3,5 juta di bank.

Munda kemudian mengatakan telah mendatangi bank tempat sang kakak menyimpan uang beberapa kali, namun tetap tak bisa mengakses uang. Pihak bank bersikeras bahwa Munda harus menunjukkan sertifikat kematian resmi sang kakak.

"Ketika manajer bank menolak untuk mendengarkan dan terus meminta bukti, saya merasa frustrasi. Saya membawa kerangka itu untuk menunjukkan bahwa dia telah meninggal," tutur Munda.

(bac)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi