Jakarta -
Hampir 18 tahun sudah Afgan mengarungi samudra industri musik tanah air. Bukan perjalanan yang mudah, Afgan mengungkapkan ada banyak sekali dinamika pasang-surut ombak yang terjadi.
Bahkan, penyanyi berusia 36 tahun itu merasa lebih banyak momen sulit yang terjadi di perjalanan kariernya.
"Rollercoster, ya, tapi kayaknya ke bawah terus. Jadi kayak banyak momen yang sulitlah yang aku lewatin sepanjang 18 tahun ini," ungkap Afgan di YouTube Jedanulis, Senin (4/5).
Popularitas juga turut menjadi bagian dari tekanan dan beban berat yang harus dipikul Afgan ketika menjalani kehidupan sebagai figur publik.
Beban itu terasa berat lantaran Afgan merupakan seorang pria pemalu yang dulu punya latar belakang korban perundungan.
"Kayak tiba-tiba menjadi orang yang dikenal di umur yang masih muda diumur 18 tahun, di karakter yang pemalu dengan background aku dulu ya di sekolah sempat di-bully dan lain-lain," kata Afgan.
Tak hanya itu, ketenaran yang luar biasa saat masih berusia juga membuat perubahan besar dalam hidup Afgan.
Pria kelahiran Jakarta ini mengaku sempat star syndrome saat mengawali karier di dunia tarik suara.
"Punya cukup trauma, ya, secara mental gitu, tiba-tiba 'duar' gitu jadi Afgan, itu kan bingung ya. Jadi sempat ngerasain star syndrome," ujar Afgan.
Masa-masa menjalani kehidupan sebagai orang terkenal turut menjadi faktor yang mengubah kepribadian Afgan.
Pasalnya, Afgan kala itu jadi kerap berusaha untuk bersikap menyenangkan semua orang.
"Karena tiba-tiba satu Indonesia kenal, udah aku lewatin tuh semuanya. Terus tiba-tiba ngerasa kehilangan jati diri karena terlalu berusaha untuk menyenangkan semua orang," kata Afgan.
Dampaknya pun luar biasa terhadap Afgan. Ia jadi merasa kurang jujur ketika menciptakan karya karena takut tak bisa memenuhi ekspektasi orang.
"Sampai kehilangan kejujuran dalam berkarya, karena berusaha nyenengin semua orang. Sampai lupa untuk membahagiakan diri sendiri," ungkap Afgan.
Usaha demi usaha dilakukan Afgan untuk bisa kembali menemukan jati dirinya. Perjuangan tersebut tak sia-sia ketika Afgan akhirnya menemukan ketenangan batin usai menjalani ibadah haji.
"Anxiety, kecemasan, kekhawatiran tuh panjang di hidupku, ya sampai kemarin (berangkat) haji itu benar-benar baru kayak meletek gitu ya, gue merasa nyaman dan cukup dengan diri gue," ujarnya.
Kini, Afgan bisa menjalani hidupnya dengan tenang, ketika mau menampilkan pribadi yang lebih jujuran apa adanya.
(ikh)
Loading ...

4 hours ago
2

















































