Selain Kompor, Ini Barang Rumah yang Bisa Picu Kebakaran

8 hours ago 5

Jakarta -

Kebakaran merupakan salah satu musibah kerap terjadi di rumah.

Kebakaran di rumah umumnya terjadi karena korsleting listrik, tabung gas meledak, atau kecerobohan lupa mematikan kompor.

Namun, di samping pemicu yang umum, ada pula barang-barang di rumah yang bisa picu kebakaran tanpa kita sadari.

Apa saja? Berikut daftarnya dikutip dari House Digest:


1. Pengering Pakaian dan Ventilasi Pembuangan

Mesin pengering merupakan salah satu barang di rumah yang diandalkan untuk mengeringkan pakaian tanpa sinar matahari. Di samping kegunaannya, mesin pengering juga menjadi sumber sekitar 90% kebakaran peralatan rumah tangga, menurut laporan Palang Merah Amerika.

Tips agar pengering pakaian kita tidak berpotensi memicu kebakaran, kalian bisa memeriksa dan membersihkan perangkap serat setelah setiap selesai digunakan.

Jangan lupa juga untuk memantau penumpukan serat di pipa pembuangan dan ventilasi adalah langkah penting lainnya. 

2. Kipas Ventilasi Kamar Mandi

Kipas kamar mandi yang tampak tidak berbahaya ternyata memilik risiko kebakaran tersembunyi. Sekali lagi, penumpukan serat kain menjadi penyebabnya, dan kabel yang rusak atau membiarkan kipas menyala terlalu lama dapat menyebabkan kebakaran.

Apa pun yang menghalangi bilah kipas berputar bebas dapat dengan cepat mengakibatkan panas berlebih. Jika motor mati saat unit menyala, arus mungkin tidak akan memutus pemutus sirkuit tetapi tetap cukup tinggi untuk menyebabkan kebakaran.

3. Gumpalan Debu

Gumpalan debu juga dapat menjadi bahaya kebakaran, terutama di dekat peralatan elektronik, dan sebaiknya tidak diletakkan di dekat pemanas lantai atau stop kontak. 

Percikan api kecil saja sudah cukup untuk menyulut gumpalan debu dan kotoran tersebut. Untuk mencegahnya, membersihkan debu dan menyedot debu secara teratur diperlukan agar gumpalan debu tak menumpuk.

4. Lampu Bohlam yang Terbuka

Bola lampu yang tidak tertutup memiliki risiko potensial yang berkaitan dengan kebakaran. 

Jika lampu yang terbuka berada di area tertutup seperti lemari, suhunya dapat melebihi 2 hingga 3 kali lipat, sehingga menimbulkan ancaman bagi apa pun yang mudah terbakar di dekatnya.

Untuk menghindari potensi ini, pilihlah lampu LED yang memiliki desain tertutup sehingga meminimalisir terjadinya kontak dengan benda lain yang mudah terbakar.

(agn)

Loading ...

Read Entire Article
Berita Olahraga Berita Pemerintahan Berita Otomotif Berita International Berita Dunia Entertainment Berita Teknologi Berita Ekonomi