Pegiat media sosial, Chusnul Chotimah
FAJAR.CO.ID, JAKARTA -- Pegiat media sosial, Chusnul Chotimah, bicara mengenai beredarnya surat permintaan dana kepada sejumlah perusahaan tambang untuk kegiatan pembagian takjil gratis di Kantor Gubernur Kalimantan Timur.
Hal ini dikatakan Chusnul setelah melihat kondisi antrean warga yang datang untuk mendapatkan takjil gratis selama Ramadan.
Antrean Warga Disebut Makin Pagi
Chusnul mengungkapkan bahwa antrean warga yang ingin mendapatkan takjil kini semakin panjang dan bahkan dimulai lebih awal.
Menurutnya, jika sebelumnya warga mulai mengantre sekitar pukul 13.00 WITA, kini antrean sudah terlihat sejak pagi hari.
“Sebelumnya mulai jam 1, sekarang warga sudah mulai antre dari jam 10,” ujar Chusnul dikutip fajar.co.id, Senin (9/3/2026).
Ia menegaskan, kondisi tersebut menunjukkan tidak adanya perbaikan dalam pengelolaan kegiatan pembagian takjil tersebut.
Kritik ke Pemprov Kaltim
Chusnul juga mengkritik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur yang dinilai membiarkan kondisi tersebut terjadi.
Ia menyebut warga harus menunggu dalam waktu lama di bawah terik matahari saat menjalankan ibadah puasa hanya untuk mendapatkan takjil.
“Artinya Pemprov Kaltim tidak melakukan perbaikan malah membiarkan warganya makin menderita cuma demi takjil,” ucapnya.
Soroti Narasi Marwah Kaltim
Lebih jauh, Chusnul juga menyinggung narasi mengenai “marwah Kaltim” yang sebelumnya sempat disampaikan oleh Gubernur Rudy Mas'ud.
Ia mempertanyakan relevansi narasi tersebut dengan kondisi yang terjadi di lapangan.
“Masih tidak ada perbaikan, warganya masih dijemur saat berpuasa cuma demi takjil,” tukasnya.


















































